Pengolahan Limbah Anorganik

Pengolahan Limbah Anorganik, Begini 5 Cara Mengatasinya Dari Rumah

Pengolahan limbah anorganik adalah langkah penting untuk menjaga lingkungan dari pencemaran sampah atau limbah. Beberapa contoh limbah anorganik yaitu limbah kimia dari hasil kegiatan pabrik, logam, produk-produk olahan berbahan logam, plastik, kaca keramik, juga kain.

Limbah pada jenis ini tidak dapat terurai oleh alam secara alami. Itulah mengapa harus dilakukan pengolahan secara baik supaya tidak menjadi sumber penyakit.

Limbah atau juga dengan sebutan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat membusuk secara mudah. Biasanya bukan berasal dari hewan ataupun tumbuhan. Sehingga limbah anorganik berbeda dengan limbah organik yang dapat terurai oleh proses alam.

Hampir sebagian besar limbah anorganik tidak bisa terurai secara alami. Walaupun misalnya dapat terurai, tetap saja membutuhkan proses yang sangat lama jika kamu bandingkan dengan limbah organik.

Pengolahan Limbah Anorganik Yang Benar

Pengolahan Limbah Anorganik Yang Benar

Apabila kamu membiarkan limbah tersebut sampah menumpuk, limbah anorganik dapat menyebabkan berbagai macam penyakit berbahaya. Contohnya adalah kolera dan diare. Tidak hanya itu penumpukan limbah anorganik juga dapat menyebabkan masalah pencemaran lingkungan termasuk pencemaran air dan pencemaran tanah.

Untuk mengetahui seperti apa cara pengolahan limbah anorganik, maka kamu wajib mempelajari terlebih dahulu apa saja jenis-jenis limbah anorganik dan seperti apa penanganannya. Berikut adalah informasi yang dapat kamu simak terkait pengolahan limbah tersebut.

1. Macam-Macam Limbah Anorganik

Pembagian macam-macam limbah organik dan anorganik maka dapat kamu golongkan sesuai sifatnya. Misalnya pada limbah organik merupakan sampah ataupun limbah yang sangat mudah terurai oleh alam. Misalnya, daun kering, sisa sayuran, sisa makanan maupun bahan lainnya tergolong sebagai limbah organik.

Sedangkan sebagian besar limbah anorganik tidak dapat terurai secara alami oleh alam. Munculnya limbah ini adalah karena hasil kegiatan manusia seperti dari sisa pengolahan industri seperti limbah pabrik sampai proses pengolahan rumahan. Beberapa contoh jenis limbah anorganik yaitu:

  • Botol kaca
  • Botol plastik
  • Kantong plastik
  • Kaleng
  • Kertas
  • Keramik
  • Kain
  • Bungkus makanan
  • Deterjen
  • Logam

Baca Juga : Jasa Sedot Limbah Malang

Apa Dampak Limbah Anorganik Tanpa Penanganan Tepat?

Sangat penting melakukan pengolahan limbah anorganik. Hal ini karena apabila tanpa adanya pengolahan yang baik dan terjadi penumpukan sampah, terdapat beberapa dampak negatif yang justru merugikan manusia sebagaimana berikut:

1. Gangguan kesehatan

Apabila terdapat tumpukan sampah anorganik, maka menjadi sumber awal terjadinya berbagai macam penyakit. Bakteri, virus, parasit dan jamur dapat berkembang pada lingkungan yang kotor. Beberapa penyakit dapat muncul karena adanya tumpukan sampah anorganik sebagaimana berikut:

  • Infeksi cacing pita
  • Infeksi jamur kulit
  • Demam berdarah
  • Kolera
  • Diare
  • Tifus

Sederet penyakit dan gangguan kesehatan di atas dapat terjadi jika masyarakat tidak mempunyai kesadaran dalam pengelolaan sampah anorganik yang baik. Itulah mengapa, setiap rumah yang selalu menghasilkan sampah sebaiknya menjaga kebersihan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

2. Menurunnya kualitas lingkungan

Pengolahan limbah anorganik yang berbentuk cair juga wajib mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Hal ini karena cairan dapat meresap secara langsung pada bagian saluran air dan mencemari sumber air bersih di sekitar lingkungan rumah. Contohnya adalah sumber air bersih dari air tanah, sungai, dan dapat terbawa karena terus mengalir sampai ke laut.

Inilah yang terjadi apabila masyarakat tidak mempunyai kesadaran tinggi terkait bagaimana menjaga kualitas lingkungan terutama sumber air bersih. Justru dengan pembayaran tersebut maka akan merugikan manusia dan merusak ekosistem perairan.

Ikan-ikan yang semula aman dikonsumsi jadi terkontaminasi dan merugikan kesehatan manusia sendiri. Kerusakan lingkungan juga bahkan bisa menyebabkan kematian mendadak pada ikan dan merusak ekosistem perairan. Tidak hanya itu, limbah anorganik yang terus mengarah ke laut juga dapat berubah menjadi asam maupun gas cair organik berbau. Jika mengalami konsentrasi tinggi justru dapat meledak.

3. Aspek sosial dan ekonomi masyarakat ikut terdampak

Dengan adanya kualitas kesehatan yang terus menurun karena lingkungan tercemar, aspek sosial maupun aspek ekonomi masyarakat pun akan terdampak. Lingkungan yang kurang bersih dan banyak sampah membuat penyakit bermunculan.

Masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih untuk menjaga kesehatan termasuk biaya pengobatan. Apalagi lingkungan kotor juga akan membuat tempat tinggal Jadi kurang nyaman.

5 Tips Pengolahan Limbah Anorganik

Agar kamu dapat mengurangi dampak negatif dari pengolahan limbah anorganik yang tidak tepat, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan. Salah satu cara paling efektif adalah dengan melakukan daur ulang pada seluruh sampah anorganik supaya bisa menjadi barang yang dapat kamu gunakan kembali.

Sebelum melakukan hal tersebut salah satu langkah penting yang harus kamu lakukan adalah dengan melakukan pemisahan sampah. Pisahkan sampah organik dan sampah anorganik yang ada dari rumah. Cara ini akan membantu supaya lebih mudah melakukan daur ulang sampah yang dapat kamu olah.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI berikut adalah beberapa macam sampah yang dapat kamu manfaatkan untuk daur ulang:

1. Pengolahan Sampah Anorganik – Sampah Kertas

Pengolahan sampah kertas adalah salah satu langkah sederhana, di mana kamu bisa mengumpulkan semua kertas bekas ataupun buku-buku dari rumah. Lalu, teruskan seluruh sampah tersebut pada bank sampah atau pada pengumpul kertas bekas yang ada pada berbagai tempat daur ulang.

Hal ini merupakan cara efektif supaya tidak ada penumpukan sampah kertas yang terbawa dan terbuang ke laut. Apalagi saat ini ada banyak industri yang mampu memanfaatkan sisa-sisa kertas untuk proses kertas daur ulang, pembuatan patung dari kertas, pembuatan topeng, maupun pembuatan kerajinan tangan lainnya dari bahan kertas.

2. Pengolahan Sampah Anorganik Dari Kaleng

Limbah kaleng adalah salah satu jenis sampah yang tidak akan pernah bisa terurai walaupun sudah ratusan maupun ribuan tahun lamanya. Itulah mengapa kamu dapat memanfaatkan sampah kaleng dengan cara daur ulang supaya dapat mengurangi jumlah sampah yang terus bertambah.

Cara paling sederhana yang dapat kamu lakukan di rumah adalah dengan menggunakan semua kaleng bekas minuman maupun kaleng bekas cat untuk pot bunga ataupun wadah dalam menyimpan barang-barang.

3. Pengolahan Limbah Anorganik – Sampah Botol

Sebagai salah satu jenis sampah anorganik jenis botol kaca dapat melewati proses pengolahan untuk menjadi botol baru kembali. Sedangkan untuk sampah botol plastik dapat kamu manfaatkan untuk kerajinan.

Bahkan saat ini banyak industri rumahan yang menggunakan sampah botol plastik sebagai bahan pembuatan furniture ramah lingkungan.

4. Pengolahan sampah plastik

Sampah plastik termasuk bekas kemasan minuman dan makanan, saat ini juga dapat diolah menjadi berbagai macam kerajinan. Contohnya adalah tas tangan, tempat tisu, pakaian, maupun dompet.

Itulah mengapa jika terdapat sampah plastik dirumah, sebaiknya tidak langsung membuangnya. Cara terbaik adalah dengan memisahkan dan membersihkan sampah plastik dari sampah lainnya. Kemudian bahwa seluruh sampah tersebut pada bank sampah atau pada tempat daur ulang plastik yang ada di sekitar lingkungan rumah.

5. Sampah Kain

Pengolahan limbah anorganik berikutnya yaitu pada sampah kain sering menjadi hal yang kurang diperhatikan oleh masyarakat secara umum. Ketika terdapat banyak pakaian yang tidak terpakai lagi, seringkali membuat penumpukan dalam lemari.

Padahal, kamu dapat memanfaatkannya untuk kerajinan atau mengubah kegunaannya. Misalnya untuk membuat kain pel, lap dapur, memberikannya kepada orang yang membutuhkan apabila masih layak dipakai.

Jika kamu berada di tempat pengrajin sampah anorganik, seringkali sampah kain digunakan untuk daur ulang dengan menjadikannya sebagai tutup dispenser, selimut, sampai taplak meja.

Ratting post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *