Limbah Rumah Tangga (Sanitasi) & Pengelolaan Yang Tepat

By | 29 Oktober 2020
limbah rumah tangga 2 1024x575 - Limbah Rumah Tangga (Sanitasi) & Pengelolaan Yang Tepat

Limbah rumah tangga atau sanitasi pernah menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang menduduki ranking tiga terburuk dalam manajemen pengelolaan limbah se-Asia Tenggara. Informasi tersebut bahkan terpampang nyata pada media Antara News, tepatnya tahun 2006.

Dari data Status Lingkungan Hidup Indonesia pada tahun 2002, limbah rumah tangga begitu saja mengalir ke sungai serta tanah. Serta, mencemari hingga 400.000 m3 per hari. Limbah tersebut bahkan tidak ada pengolahan apapun.

Dari seluruh Indonesia, 65,3% merupakan jumlah limbah pada Pulau Jawa. Umumnya, pembuangan akhir pada limbah tinja sering menggunakan beberapa metode seperti:

  • Penggunaan septic tank
  • Pembuangan langsung ke danau atau sungai
  • Pembuangan langsung ke tanah
  • Dan bahkan ada juga yang mengalir ke pantai atau kolam.

Beberapa lokasi terpencil Indonesia pada garis kemiskinan, memiliki kesadaran akan sanitasi atau limbah rumah tangga sangat minim.

Banyak masyarakat yang miskin masih melakukan buang air besar pada sungai sebab tidak ada saluran pembuangan khusus untuk pembuangan limbah. Masih banyak rumah yang belum memiliki toilet dan septik tank.

WHO atau UNICEF bahkan menaksir sekitar 60% penduduk desa Indonesia memiliki akses sarana sanitasi yang kurang memadai. Misalnya, masih banyak masyarakat yang mandi serta mencuci pakaian dengan pergi ke sungai. Bahkan, beberapa tempat terbuka juga menjadi tempat untuk membuang hajat.

Sehingga, banyak penduduk yang sangat rentan terhadap penyakit, air tanah dan lingkungan ter-kontaminasi, serta kualitas tanah jadi menurun.

Apa Itu Limbah Rumah Tangga (Sanitasi) & Cara Pengelolaannya

Sanitasi adalah bagian sistem pembuangan untuk air limbah, biasanya berhubungan erat dengan pembuangan air kotor rumah tangga. Atau, bisa juga untuk sisa proses pertanian, industri, peternakan, serta rumah sakit.

Sanitasi juga sebuah usaha guna memberikan fasilitas dalam rumah. Sehingga, rumah dan para penghuni tetap sehat dan bersih. Tentu saja, dengan adanya dukungan persediaan air bersih. Serta, adanya tempat pembuangan air kotor.

Sedangkan air limbah merupakan air buangan karena adanya proses produksi industri atau rumah tangga. Banyak orang yang mengabaikan air limbah. Namun, konsentrasi dan kuantitas nya dapat memberikan dampak negatif untuk lingkungan, terutama untuk kesehatan seluruh masyarakat.

Air kotor merupakan air bekas pakai. Air seperti ini tidak cukup memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan. Sehingga, masyarakat harus membuangnya karena dapat menimbulkan penyakit.

Menurut Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001, pengertian serta kegiatan yang sesuai dengan limbah cair adalah berikut:

1. Air merupakan seluruh air yang ada pada atas dan bawah permukaan tanah, tidak termasuk fosil dan air laut.

2. Sumber air merupakan wadah air pada atas dan bawah permukaan tanah, termasuk sungai, mata air, danau, rawa, muara, dan waduk.

3. Pengelolaan kualitas air merupakan usaha memelihara air sehingga dapat memperoleh kualitas air sesuai kebutuhan tanpa merubah kondisi alamiah.

4. Pengendalian pencemaran air merupakan usaha mencegah serta menanggulangi pencemarah air dan memulihkan kualitas air guna menjamin kualitas air untuk baku mutu air yang sesuai.

5. Pencemaran air merupakan masuknya makhluk hidup, energi, zat, atau komponen lain dalam air karena kegiatan manusia. Sehingga, akan menurunkan kualitas air sampai pada tingkat tertentu. Akibatnya, air tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

6. Limbah cair adalah sisa suatu hasil usaha atau kegiatan dan merupakan limbah dalam bentuk cair.

7. Baku mutu limbah cair merupakan ukuran batas atau jumlah kadar unsur pencemar dalam limbah cair. Dalam hal ini, terjadi pembuangan dan pelepasan dalam sumber air karena kegiatan tertentu.

Alat Pembuangan Limbah

Selanjutnya, berhubungan dengan alat pembuangan limbah dapat berupa:

  • Dapur
  • WC
  • Kamar mandi, wastafel, pipa saluran pembuangan, serta keran cuci

Air pada kamar mandi tidak boleh memiliki saluran pembuangan dengan air dari dapur atau dari WC. Sehingga, masing-masing alat pembuangan harus punya saluran sendiri-sendiri.

Idealnya, pipa pembuangan kamar mandi harus memiliki diameter 7,5 cm. sedangkan untuk pembuangan pada WC adalah 10 cm. Sementara untuk dapur, pembuangan boleh berdiameter 5 cm.

Pemasangan pipa pembuangan ada pada shaft, saluran lubang menerus untuk tempat pipa bersih dan pipa air kotor. Biasanya hal tersebut ada pada bangunan bertingkat supaya proses kontrol dapat berjalan mudah.

Atau, pemasangan shaft biasanya terdapat pada kolom-kolom beton, mulai atas hingga bawah. Jika sudah sampai bawah, seluruh pipa air kotor harus saluran tertutup dalam tanah. Sehingga, tidak menimbulkan bau dan menyebabkan masalah pencemaran.

Pada bawah lantai, pemasangan pipa sanitasi harus memiliki lubang kontrol jika ada penyumbatan.

Jenis Unit Pengolahan Limbah Rumah Tangga

Berikut adalah berbagai jenis unit untuk mengolah limbah dalam rumah tangga:

1. Septic tank

Septic tank memiliki sistem sebagai sumur kotoran atau sumur rembesan. Selain itu, septic tank adalah sistem sanitasi dengan pipa saluran berasal dari kloset, bak untuk menampung limbah kotoran cair serta padat, bak resapan, serta pipa pelepasan untuk air bersih serta udara.

Saat membangun septic tank, perhatikan beberapa hal berikut agar tidak ada pencemaran lingkungan:

  • Jarak ideal septic tank dari sumur air bersih minimal 10 meter.
  • Bangun daerah rasapan untuk buangan air dari septic tank. Bangun lantai septic tank dengan kondisi miring supaya dapat mengarah ke ruang lumpur.
  • Septic tank berfungsi sebagai wadah pembuangan limbah rumah tangga. Sehingga jumlah air harus sekitar 70% sampai 90% dari volume untuk penggunaan air bersih.
  • Perkiraan untuk waktu tinggal air limbah dalam tangki yaitu 24 jam.
  • Ukuran ruang lumpur harus dapat menampung lumpur setiap orang. Rata-rata orang membuang kotoran rumah tangga sekitar 70-90% dari volume pada penggunaan air bersih.
  • Pipa air masuk dalam tangki harus lebih tinggi, yaitu sekitar 2.5 cm dari pipa keluar.
  • Septic tank harus memiliki lubang pemeriksaan serta lubang penghawaan. Fungsinya untuk mengeluarkan gas dari hasil penguraian.

2. Hal Lain Yang Harus Anda Pertimbangkan

Bagaimana jika membangun septic tank tidak memperhatikan kemiringan pada pipa?

Kemiringan pipa akan mempengaruhi kelancaran proses dalam membuang limbah rumah tangga. Harus ada selisih untuk permukaan air pada bak penampung kotoran serta tinggi kloset, yaitu sekitar 2%.

Jadi, pada setiap 100% harus ada perbedaan  tinggi hingga 2 cm.

Bagaimana jika salah memilih pipa?

Pipa PVC ideal untuk saluran pembuangan. Ukuran tepat adalah minimal 4 inchi. Jika Anda membangun rumah dengan banyak toilet, sangat penting menggunakan pipa lebih besar.

Anda harus merancang saluran dengan membuat lurus, tidak boleh ada belokan. Belokan atau sudut sangat berpotensi membuat saluran mampet.

Rumah tinggal dengan penghuni sekitar 4 orang, sebaiknya memiliki ukuran septic tank 1.5 x 1.5 x 2 m. Sedangkan bak endapan atau sumur resapan dapat Anda bangun dengan ukuran 1 x 1 x 2 m. Jika semakin banyak penghuni dalam rumah tersebut, maka harus semakin besar pula ukuran septic tank.

Sekarang, Anda sudah tahu seperti apa pengolahan yang tepat pada limbah rumah tangga atau sanitasi dalam rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *